26 Kursi Tanpa Penghuni Hiasi Ruang Rapat Paripurna DPRD Parimo

oleh -1422 Dilihat
oleh
26 Kursi Tanpa Penghuni Hiasi Ruang Rapat Paripurna DPRD Parimo
nampak kursi kosong lebih banyak dari kursi yang di duduki oleh sejumlah anleg dalam rapat paripurna penetapan jadwal kegiatan dan rencana kerja daerah Tahun 2022, dengan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD)

PARIMO, Kompas Sulawesi – Sebanyak 26 Anggota Legislatif (Anleg) tidak hadir dalam Rapat Paripurna awal tahun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Kamis (6/1/2022). Rapat Paripurna tersebut, mengagendakan penetapan jadwal kegiatan dan rencana kerja daerah 2022, dengan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Hal itu membuat Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Parimo, memberikan usulan rapat tertutup, khusus membahas 26 kursi tanpa penghuni tersebut.

“Setelah rapat ditutup maka saya mengajukan kepada ketua agar melakukan rapat tertutup untuk menindaklanjuti ketidak hadiran Anleg. Dari rapat sebelumnya di 2021 masih banyak juga yang tidak hadir, maka diawal tahun ini BK akan menindak tegas sesuai kode etik, dan tata tertib (tatib) DPRD Parimo,” tegas Ketua BK H. Suardi, Kamis di ruang kerjanya, Kamis.

Dia menjelaskan, pihaknya masih memberikan toleransi karena masih dalam masa pandemi Covid-19, sehingga setiap rapat tidak saling menunggu, agar korumnya paripurna.

“Bencana Covid ini sudah hampir selesai, maka kami mengharapkan agar menghadiri setiap kegiatan pembahasan di DPRD berupa rapat paripurna, komisi, internal, dan rapat pimpinan,” ucapnya.

Dia juga menegaskan, BK akan memberikan sanksi teguran kepada Anleg yang sering bolos. Bahkan, teguran akan diberikan langsung ke fraksi dan memberikan surat tembusan kepada Dewan Pimpinan Cabang (DPC) selaku partai yang mengusungnya.

“Ada tiga teguran yang akan kami layangkan kepada para Anleg yang tidak hadir disetiap rapat. Pertama memberikan surat teguran langsung, Kedua teguran lewat fraksi dan DPC, Ketiga sanksi penerbitan rekomendasi,” tegas Ketua BK.

Menurutnya, dari 40 Anleg yang hadir sebanyak 14 orang, sementara 26 lainnya tidak tanpa keketerangan, karena tidak menyampaikan informasi, baik secara lisan maupun tertulis.

Laporan : Tommy Noho

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *