Dua SSK Prajurit TNI Disiagakan, Suku Lanny Jaya dan Nduga Bentrok

oleh -4133 Dilihat
oleh
Dua SSK Prajurit TNI Disiagakan, Suku Lanny Jaya dan Nduga Bentrok
Ilustrasi pengerahan prajurit TNI untuk redam bentrok warga Lanny Jaya dan Nduga di Papua. (Foto: (Dok. Puspen TNI)

JAKARTA, Kompas Sulawesi – Untuk meredam bentrok antar warga di Kabupaten Jayawijaya, Papua. Sebanyak dua satuan setingkat kompi (SSK) dari Kodim 1702 dan Yonif 756/WMS disiagakan membantu Kepolisian Resort (Polres) Jayawijaya, Bentrok yang melibatkan warga Suku Lanny Jaya dan Nduga. 

“Kejadian tersebut dipicu dugaan pembunuhan yang dilakukan masyarakat Lanny Jaya kepada warga Nduga atas nama Yonas Kelnea (48). Korban diduga dibunuh akibat permasalahan keluarga,” kata Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Budi Arif Situmeang, Senin (10/1).

Budi Arif Situmeang mengatakan, prajurit TNI turun langsung ke area bentrok antar suku di Distrik Wouma. Tujuannya untuk meredakan, menyekat, dan menghalau kelompok massa guna mencegah meluasnya area bentrok suku di wilayah Kabupaten Jayawijaya.

Dandim menjelaskan, pada Minggu siang (9/1) bentrokan kembali pecah. Kedua kubu masyarakat saling serang menggunakan alat perang tradisional.

“walau saling serang namun TNI dan kepolisian yang bersiaga berhasil membubarkan massa,” tegas Dandim.

Akibat bentrok antarwarga pada Sabtu (8/1), kata Dandim, terdapat satu korban meninggal dunia, 22 orang luka-luka, empat unit honai terbakar, 35 unit rumah habis terbakar, 2 unit mobil, dan 4 unit motor terbakar.

“Saat ini, aparat keamanan Kodim 1702/JWY, Yonif 756/WMS, dan Polres Jayawijaya siaga di tempat kejadian dan berupaya meminta kedua pihak menahan diri, pendekatan dengan tokoh masyarakat dari masing-masing kelompok yang bertikai telah dilakukan. Para kepala suku dan panglima perang juga sudah diajak meredakan kelompoknya,” kata Dandim.

Pada Minggu malam (9/1), Dandim 1702/JWY Letkol Inf Arif Budi Situmeang, Danyonif 756/WMS Letkol Inf Tommy, dan Waka Polres Jayawijaya Kompol Ferdinand mengadakan pertemuan dengan Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua serta Bupati Lanny Jaya Befa Jigibalom.

Pertemuan itu membahas langkah antisipasi terjadinya bentrokan kembali, penyelesaian masalah secara tuntas, dan menyeluruh.


Sumber : artikel CNN Indonesia (Antara/wis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *