Via Vidcon, Kapolri Instruksikan Jajaran Tetap Jaga Kepercayaan Publik

oleh -1579 Dilihat
oleh
Via Vidcon, Kapolri Instruksikan Jajaran Tetap Jaga Kepercayaan Publik
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo Foto : Dok Humas Polri

JAKARTA, Kompas Sulawesi – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menggelar Video Conference (Vidcon) Analisa dan Evaluasi (Anev) kepada seluruh jajaran di Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) Jakarta Selatan. Dalam kegiatan itu, dia juga memberikan arahan kepada institusi Korps Bhayangkara, agar kedepannya semakin dicintai dan diharapkan oleh masyarakat.

“dengan diadakanya Anev ini, seluruh personel kepolisian dapat menyiapkan program serta melakukan perbaikan yang lebih baik di 2022. Dengan tujuan dapat menjadi harapan masyarakat dan semakin dicintai,” ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada seluruh jajarannya, Rabu (12/01/2022).

Dalam Vicon Anev tersebut, Kapolri juga berterima kasih kepada rekan-rekan yang telah mengikuti rangkaian kegiatan itu dari pukul 10.00 – 18.00 WIB.

“mungkin ini Anev terlama. Semoga ini bermanfaat bagi rekan-rekan untuk mengisi program kegiatan kita di 2022 ini, menjadi lebih baik dari 2021,” kata Sigit.

Dalam pengarahannya itu, mantan Kapolda Banten tersebut, menekankan kepada seluruh jajarannya untuk menatap dan menghadapi tahun 2022, dengan terus melakukan perbaikan pelayanan publik dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Korps Bhayangkara.

Menurut dia, semangat perubahan itu sebagaimana dengan transformasi Polri yang Presisi. Dewasa ini, kepolisian mau tidak mau harus melakukan perubahan untuk mewujudkan polisi yang diharapkan dan dicintai oleh masyarakat.

“Kita dihadapkan dengan bagaimana menuju transformasi Polri yang Presisi. Terkait dengan posisi Polri di mata masyarakat, tingkat kepercayaan dan kepuasan, tadi sudah kita ukur. Dinamika yang ada, kapan kepuasan, kepercayaan publik meningkat dan kapan kepercayaan publik itu turun,” jelas dia.

Guna menjaga kepercayaan publik, dia menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk mencegah terjadinya penyimpangan atau pelanggaran. Kedepannya, dia menginginkan, personel kepolisian menjadi sosok yang memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Dia menambahkan, polisi juga harus mampu menyelesaikan masalah di lapangan, menjadi problem solver, menegakan hukum dengan tegas dan humanis, serta menjadi representasi kehadiran negara di kala masyarakat membutuhkan kehadiran Polri.

“Polri harus hadir dan keberpihakan kepada masyarakat yang selama ini membutuhkan adanya nilai keadilan harus terus ditingkatkan. Khususnya responsif terhadap apa yang menjadi kemauan masyarakat,” ucap dia.

Dalam evaluasi ini, dia menekankan kepada seluruh jajarannya untuk bekerja lebih keras lagi untuk meningkatkan kepercayaan publik yang belakangan ini menurun. Menurutnya, hal itu bisa dilakukan dengan turun secara langsung ke lapangan untuk mendengarkan aspirasi masyarakat.

Dia juga terus menekankan untuk seluruh personel kepolisian terutama di level pimpinan, agar tidak enggan dan sungkan menemui masyarakat secara langsung, siapapun dia tanpa memandang status sosial ataupun jabatannya.

Lanjut dia, kegiatan temu warga merupakan upaya jemput bola, sekaligus langkah proaktif Polri untuk menghilangkan sumbatan komunikasi dan bisa memperkuat hubungan antara polisi dan warga. Tak hanya itu, hal tersebut juga menjadi jembatan komunikasi bagi masyarakat yang hopeless, frustasi dan berpersepsi negatif ke kepolisian.

“Terkait dengan pembinaan dan perbaikan yang terus kita lakukan untuk meningkatkan dan mengembalikan kepercayaan masyarakat. Karena Polri betul-betul bisa hadir melaksanakan tugas pokok secara professional. Hal yang perlu diketahui, kita tidak anti kritik dan terus perbaiki serta koreksi kembali, sehingga yang diberikan masyarakat betul-betul bisa diperbaiki,” tuturnya.

Pada kesempatan ini, dia juga mengingatkan instruksi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal menjaga dan menciptakan iklim investasi yang kondusif, aman dan damai.

Tak hanya itu, dia juga menyatakan, Polri juga harus melakukan kesiapan dan antisipasi sejak dini, terkait dengan agenda event nasional maupun internasional yang akan diselenggarakan di Indonesia saat Pandemi Covid-19. Dengan tetap memperhatikan faktor kesehatan. Hal itu juga akan meningkatkan pertumbuhan perekonomian.

“Proses perjalanan event tersebut, adalah pertaruhan Indonesia di mata dunia dan kewajiban Polri dari sisi menjaga kamtibmas dapat berjalan dengan baik. Semua sudah mendengar dari rekan-rekan yang bertugas di bidang pencegahan, penegakan hukum, pemeliharaan harkamtibmas dan kita saat ini dalam posisi menyamakan gerakan,” papar dia.

Dia menegaskan, aspirasi dan harapan masyarakat yang berkembang kepada institusi Polri, itu merupakan masukan dan harapan dari masyarakat, untuk menjadikan Korps Bhayangkara sebagai lembaga yang dicintai masyarakat. Karena itu, dia meminta, kepolisian jangan lelah untuk terus melakukan evaluasi atas segala masukan yang ada.

“Potret dan warna yang disampaikan masyarakat bagaimana menyukai polisi dan tidak menyukai polisi, harapan dan hal-hal yang bisa diwujudkan Polri, hal-hal yang buat Polri dipercaya dan tidak, itu semua kita harus pahami, tinggal bagaimana menguatkan dan membesarkan hal yang meningkatkan kepercayaan. Maka dengan itu, kurangi hal-hal kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Kita harus jaga 400 ribu lebih anggota dan institusi. Ada harapan yang baik jika bertemu dengan polisi,” tandasnya. (***)

Laporan : Humas Polri / Polres Morut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *