TNI AL Amankan Pukat Nelayan Pengganggu Aktivitas Kapal Posen

oleh -225 Dilihat
oleh
Empat nelayan pemilik pukat asal Kelurahan Bantaya di panggil untuk diberikan arahan untuk tidak melakukan hal yang menggangu aktivitas nelayan pemilik kapal posen. Senin (17/01/2021) Foto : Redaksi.

PARIMO, Kompas Sulawesi – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, saat ini melakukan penindakan kepada sejumjah nelayan tradisional dengan menggunakan media pukat pasang diperairan laut teluk tomini dan sangat mengganggu aktivitas pemilik kapal yang memiliki legalitas.

”berdasarkan laporan dan keluhan pemilik kapal, banyak sekali aktifitas nelayan yang menggunakan media pukat telah menggangu dan meresahkan hasil pendapatan pemilik rompon dan pemilik pukat,” ujar Koptu TTU Indra Prima saat ditemui media ini di Pos TNI AL Desa Lebo, Kecamatan Parigi. Senin (17/01/2021)

Indra menuturkan, aktifitas nelayan penangkap ikan dengan menggunakan media pukat, sudah memiliki izin penangkapan dan surat pendukung lainnya. Sehingga hal tersebut penting untuk dilakukannya penindakan ataupun pengawasan yang terorganisir.

Dia menjelaskan, aktifitas mereka pada saat penangkapan ikan menggunakan pukat pasang. Hal itu telah mengganggu usaha nelayan yang berada disekitar aktifitas tersebut.

“ada sebagian rekan atau oknum melakukan pemasangan pukat, dan pukat tersebut, dimasukkan lagi kedalam pukat pemilik Kapal Posen yang di mintai pemilik rompon untuk dilingkari. Maka hal seperti ini akan menjadi pemicu konflik antar masyarakat, khususnya para nelayan,” ungkap dia.

Dia juga menambahkan, sebagaian dari aktifitas penangkapan ikan dengan media pukat, oknum tersebut juga menimba ikan dari pukat cincin yang sementara dalam proses penarikan. Perlu diketahui, usaha kapal posen dilindungi hukum, memiliki surat izin penangkapan dan membayar pajak.

Atas dasar pelaporan dari ponggawa kapal posen, TNI-AL Parimo  dan Polairut segera melakukan pencegahan agar tidak terjadinya konflik. Karena pihaknya menilai, jika tidak segera ditindaklanjuti akan menimbulkan korban jiwa antar nelayan.

“sebelumnya kami sudah melakukan imbauan kepada oknum-oknum yang melakukan hal-hal yang tidak diinginkan untuk segera menghentikannya. Nyatanya, kegiatan ini bukan semakin berkurang, malah makin bertambah, sehingga keresahan dari pemilik rompon dan kapal posen pemilik pukat, mendapatkan dampak besar atas penangkapan yang mereka lakukan,” jelas dia.

Sehingga TNI-AL turun melaksanakan patroli, dan dilapangan pihaknya menemukan nelayan tradisional melakukan tindakan seperti pemasangan pukat pasang dalam pukat cincin, mengambil ikan dalam pukat, yang jelas-jelas itu melanggar peraturan.

“kami dari TNI-AL langsung mengambil tindakan untuk mengamankan nelayan dan akan memberikan pemahaman, bahwa kami melakukan tindakan semata-mata untuk mencegah terjadinya konflik. Sehingga aktifitas dilaut bisa berjalan dengan baik, lancar dan aman,”tutupnya.

Laporan : Bambang Istanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *