Polda Sulteng Musnahkan 29 Kg Sabu Hasil Tangkapan

oleh -1194 Dilihat
oleh
Barang Bukti Narkotika jenis Sabu sebanyak 29 Kg, hasil penangkapan Polda Sulteng bersama BEA Cukai, yang rencananya akan di musnahkan sesuai prosedur dan prasyarat di tetapkan. (Foto : Humas Polda Sulteng)

PALU, Kompas Sulawesi Kepolisian Daerah (Polda), Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) bersama Bea Cukai pada 25 Desember 2021 lalu, berhasil melakukan penangkapan Narkotika jenis Sabu sebanyak 29 Kilogram (Kg), yang rencananya akan di musnahkan sesuai prosedur dan prasyarat di tetapkan.

“29 Kg sabu hasil tangkapan Polda Sulteng dan Bea Cukai pada 25 Desember 2021 lalu, sementara ini penyidik Ditresnarkoba Polda Sulteng bersiap melakukan pemusnahan,” ungkap Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sulteng Kompol Sugeng Lestari. Rabu (09/02/2022).

Adapun penyidikan perkara terhadap lima tersangka yang berhasil di amankan yaitu, D (39) warga Siboang Kec. Sojol, R (43) warga Desa Pesik Kec. Sojol Utara, S (40) warga Kab. Tolitoli, A (35) warga Sandaran Kab. Kutai Timur Kaltim dan H (36) asal Batu 13 Apas, Negeri Sabah Malaysia.

Olehnya, Penyidik Ditresnarkoba Polda Sulteng sementara melakukan kelengkapan berkas untuk melakukan pemusnahan barang bukti sabu 29 Kg sesuai prosedur yang di tetapkan.

Dia mengatakan, pemusnahan barang bukti sabu hasil tangkapan tanggal 25 Desember 2021 akan di laksanakan di Polda Sulteng Jln. Soekarno Hatta Palu.

Tentunya, dalam pelaksanaan pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu, pasti akan menghadirkan Instansi terkait seperti dari Pengadilan Tinggi, Kejati Sulteng, BNN Provinsi, Balai Penelitian Obat dan Makanan (BPOM), Awak media, tersangka dan penyidik.

Dia juga menjelaskan, tentang prosedur pemusnahan narkotika dan prekursor narkotika menurut Pasal 91 UU Narkotika, di mana Kepala kejaksaan negeri setempat paling lama tujuh hari wajib menetapkan status barang sitaan Narkotika dan Prekursor Narkotika tersebut, untuk kepentingan pembuktian perkara, kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kepentingan pendidikan dan pelatihan, dan/atau di musnahkan.

Di lanjutkan dengan, Penyidik wajib membuat berita acara pemusnahan dalam waktu paling lama 1×24 jam sejak pemusnahan di lakukan, kemudian menyerahkan berita acara tersebut kepada penyidik BNN atau penyidik Polri setempat serta tembusan berita acaranya di sampaikan kepada kepala kejaksaan negeri, ketua pengadilan negeri, Menteri, dan Kepala BPOM.

“Dalam keadaan tertentu, batas waktu pemusnahan dapat di perpanjang satu kali untuk jangka waktu yang sama,” ujarnya.

Kemudian, barang sitaan untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di serahkan kepada Menteri, sedangkan untuk kepentingan pendidikan dan pelatihan di serahkan kepada Kepala BNN serta Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam waktu paling lama 5 (lima) hari terhitung sejak menerima penetapan dari kepala kejaksaan negeri setempat.

Setelah itu, Kepala BNN serta Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia menyampaikan laporan kepada Menteri mengenai penggunaan barang sitaan untuk kepentingan pendidikan dan pelatihan.       

“Pelaksanaan kegiatan pemusnahan terhadap barang bukti narkotika jenis sabu seberat 29 Kg oleh Polda Sulteng, tentunya juga akan di publish oleh media,” tandasnya.

HUMAS POLDA SULTENG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *