15 Pucuk Senpi Serta 17 Personil Polres Parimo, Jalani Pemeriksaaan

oleh -1728 Dilihat
oleh
Kabid humas Polda Sulteng, Kombes Pol. Didik Supranoto, S.I.K., gelar konferensi pers di Mako Polres Parimo, Senin (14/02/2022). Foto : Aid Lumpati

PARIMO, Kompas Sulawesi Erfaldi (21) Pria asal Desa Tada Kecamatan Tinombo Selatan, akibat luka tembak, Penyidik Propam Polda Sulawesi Tengah (Sulteng), tengah melakukan pemeriksaan Internal terhadap 17 personil Polres Parigi Moutong (Parimo), serta menyita 15 pucuk Senjata Api.

“Sebanyak 17 personil Polres Parimo, juga 15 pucuk Senpi yang diamankan, saat ini telah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Propam Polda Sulteng, guna memastikan tewasnya Erfaldi (21) akibat luka tembak,” ujar Kabid humas Polda Sulteng, Kombes Pol. Didik Supranoto, S.I.K., dihadapan media saat konferensi pers di Mako Polres Parimo, Senin (14/02/2022).

Dari 15 pucuk Senpi tersebut, di gunakan pada saat pembubaran aksi unjuk rasa Aliansi Rakyat Tani (ARTI) Koalisi Tolak Tambang (KTT), Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT. Trio Kencana, yang melakukan pemblokiran jalan di Desa Khatulistiwa, pada Sabtu (12/02) sampai Minggu (13/02) dini hari.

Upaya Pemeriksaan internal dilingkungan Polres Parimo tersebut, buntut dari pembubaran aksi unjuk rasa dengan melakukan pemblokiran jalan di Desa Khatulistiwa Kecamatan Tinombo Selatan Kabupaten Parimo, yang mengakibatkan Erfaldi alias Aldi (21) meninggal dunia dengan luka tembak.

Ia mengungkapkan, perlu diketahui, kejadian Sabtu (12 /02) sampai Minggu dini hari (13/02), Kepolisian telah membentuk tim terdiri dari Propam, Itwasda, Krimum serta mendapatkan back up dari Laboratorium Forensic (Labfor) Makassar.

Olehnya, dari 15 pucuk Senpi yang diamankan, akan dicocokan melalui uji balistik. Dengan tujuan untuk mencocokan proyektil yang ditemukan di Tempat Kejadian Perkara atau (TKP).

“Sekarang tim Labfor Polda Sulteng sedang melakukan olah TKP di lokasi kejadian kemarin, dan kemudian dilanjutkan dengan uji balistik,”  jelasnya.

Nanti perkembangan hasil uji balistik itu kata dia, bila ada yang cocok dengan 15 pucuk Senpi tersebut, akan dilakukan gelar perkara untuk memastikan siapa pelakunya.

Ia juga mengimbau, bagi rekan-rekan dan seluruh masyarakat pada umumnya, agar tetap tenang.

Dikarenakan, permasalahan ini masih dalam proses penanganan pihak Kepolisian.

“Berikan kepercayaan kepada Polisi untuk memproses hal ini. Kepolisian akan bertindak profesional. Olehnya masyarakat tidak  boleh terprovokasi terkait hal-hal negatif, yang banyak beredar,” tandasnya.

Laporan : Tomy Noho

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *