Kades Air Panas Menduga Aktifitas Tambang di Kayuboko Penyebab Banjir

oleh -10011 Dilihat
oleh
Adanya Aktifitas Peti di Kayuboko, Desa Air Panas Terdampak Banjir
Tampak lumpur menggenangi salah satu rumah warga di Desa Air Panas akibat dampak banjir yang terjadi pada Kamis (19/05/2022) malam. (Foto: KOMPAS SULAWESI/Ahmad)

PARIMO, Kompas Sulawesi  – Kepala Desa (Kades) Air Panas, Ruslin Daeng Paha, menduga kuat aktifitas pertambangan emas di Desa Kayuboko, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, menjadi penyebab terjadinya banjir pada Kamis (19/05/2022) malam.

Menurutnya, hal itu dapat dilihat dari letak geografis Desa Kayuboko yang berada dibagian atas desa yang dipimpinnya.

“Sudah pasti, banjir yang terjadi malam itu akibat aktifitas tambang emas di Desa Kayuboko,” tegas Ruslin, kepada media ini, Jum’at (20/05/2022).

Dia menyebutkan, banjir yang diakibatkan aktifitas tambang emas tersebut menyebabkan sekira 60  kepala keluarga (KK) di Desa Air Panas terdampak.

Sebagai aparat desa setempat, dirinya wajib memberikan kenyamanan terhadap warganya. Bahkan, ia mengaku telah melakukan upaya, meminta solusi kepada Pemerintah Daerah (Pemda) agar menindaklanjuti aktifitas tambang emas di Desa Kayuboko.

Tujuannya, agar banjir yang terjadi tidak terulang kembali. Mengingat saat ini masih musim penghujan.

Olehnya, ia meminta agar Pemda Parimo dapat sesegera mungkin memediasi persoalan tersebut untuk menghindari terjadinya keributan antar desa.

“Hal itu untuk menjamin, agar tidak akan ada lagi banjir,” katanya.

Salah seorang warga terdampak banjir di Desa Air Panas, Sahlan, dengan tegas menyebut Pemerintah Desa (Pemdes) Kayuboko tidak bersinergi untuk mengantisipasi dampak banjir.

Menurutnya, harus ada komunikasi yang baik antara Pemdes Kayuboko dan Air Panas dengan melibatkan masyarakat untuk bekerjasama sebagai upaya mengantisipasi terjadinya banjir.

Ia juga berpendapat, banjir yang terjadi ini merupakan awal dan dipastikan bakal terjadi kembali dikemudian hari dengan kondisi, yang lebih parah lagi.

“Kondisi ini harus diantisipasi dari saat ini,” katanya.

Diketahui, hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Kamis (19/05/2022), sekira pukul 18.00-19.30 WITA, membuat warga di Desa Air Panas mulai khawatir. Ditambah lagi, saat terjadinya hujan lebat, debet air sungai mulai naik.

“Tepat pada pukul 20.11 WITA, air sungai telah meluap dan memasuki sebagian rumah-rumah warga di Desa Air Panas,” pungkasnya.

Laporan : Ahmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *