Pembangunan Rel Kereta di Sulsel Segera Dirampungkan

oleh -211 Dilihat
oleh
Pembangunan Rel Kereta di Sulsel Segera Dirampungkan
Pekerja melintasi bantalan jalur kereta api trans Sulawesi di Pekkae, Barru, Sulawesi Selatan, Senin (9/11). Pengerjaan jalur kereta api ruas Makassar-Parepare sejauh 146 kilometer diperkirakan selesai tahun 2017. ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang/nz/15

MAKASSAR, Kompas Sulawesi Pembangunan lintasan jalur Kereta Api (KA) menghubungkan Kota MakassarParepare, Provinsi Sulawesi Selatan pada segmen III dari Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep) hingga ke Kabupaten Maros, segera dirampungkan menjelang pengoperasian perdana pada Oktober 2022.

Dimana, saat ini sedang dalam penyelesaian Segmen III sepanjang 67,1 kilometer dari Kabupaten Pangkep ke Kabupaten Maros.

“Untuk Kabupaten Maros telah mencapai 84 persen dan wilayah Kabupaten Pangkep 94 persen,” kata Kepala Balai Pengelola Kereta Api Sulawesi Selatan Andi Amanna Gappa, di Makassar, Jum’at (03/06/2022).

Pihaknya optimis penyelesaian pembangunan jalur kereta api tersebut masih sesuai jadwal untuk dioperasikan secara perdana pada Oktober 2022. Selain itu, dukungan masyarakat dan Pemerintah Daerah memiliki peran penting dalam mewujudkan pembangunan, mengingat ada proses panjang dalam penyelesaian pengadaan pembebasan tanah pada jalur kereta api tersebut menghubungkan Makassar ke Parepare.

Untuk progres saat ini, telah diselesaikan pembangunan jalur Segmen I sepanjang 16,1 kilometer dan Segmen II sepanjang 26,1 kilometer.

“Di samping pembangunan jalur utama juga dibangun siding track untuk akses menuju stasiun pelabuhan terpadu di Garongkong di Kabupaten Barru sepanjang 4,7 kilometer dan siding track menuju Tonasa sepanjang 9,7 kilometer oleh KPBU,” kata Gappa.

Pembangunan siding track pada proyek ini dimaksudkan untuk menyediakan akses dari pusat-pusat produksi menuju pelabuhan guna mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan setempat. Sebab, kawasan Maros-Barru memiliki potensi ekonomi yang cukup besar.

Pada Mei 2022 dilaporkan bahwa potensi semen yang dapat diangkut antara 6.000-10 ribu ton per bulan dari Tonasa dan hampir 3,5 juta ton per tahun dari Bosowa menuju Pelabuhan Garongkong dengan menggunakan kereta api.

Selain potensi angkutan semen, jalur kereta api ini, harap dia, dapat memaksimalkan potensi pariwisata di kawasan Maros-Barru. Dua kawasan ini terkenal dengan wisata Geopark, pantai, hingga kuliner yang sangat berpotensi menarik wisatawan jika terhubung dengan kereta api.

“Kita berharap saat jalur ini dioperasikan pada Oktober 2022 nanti, dapat merangsang pertumbuhan ekonomi pada masyarakat sekitar,” harapnya.

Pengoperasian jalur kereta api Makassar-Parepare tahap I pada Oktober 2022 nanti akan dibuka untuk angkutan penumpang pada ruas Stasiun Barru hingga Stasiun Marros sepanjang 71 kilometer. Untuk angkutan barang pada ruas Stasiun Ramang-Ramang hingga Stasiun Garongkong sepanjang 80 kilometer.

Secara bertahap, pengoperasian akan diteruskan untuk angkutan barang pada ruas Tonasa-Garongkong sepanjang 57 kilometer serta untuk angkutan penumpang pada ruas Stasiun Palanro hingga Stasiun Mandai sepanjang 102 kilometer pada Maret tahun 2023.

“Saat ini kami masih fokus pada penyelesaian segmen tiga untuk ruas Pangkep-Maros. Mudah-mudahan pada tahun anggaran ini bisa diselesaikan dan segera dioperasikan agar dapat dilanjutkan dengan kegiatan pengadaan tanah guna membangun jalur kereta api menuju Kota Makassar,” tutur Gappa dengan nada optimistis.

Sumber Artikel : Republika.co.id/ANTARA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *