Penilaian Stunting 2022, Parimo Optimis Raih Peringkat Pertama

oleh -2042 Dilihat
oleh
Penilaian Stunting 2022, Parimo Optimis Raih Peringkat Pertama
Muhamad Irwan S.K.M, MKes mengatakan, pihaknya optimis akan meraih juara satu pada penilaian kinerja aksi percepatan penurunan Stunting se-Sulawesi Tengah 2022, Senin (13/06/2022). (Foto: doc REDAKSI/KOMPASSULAWESI)

PARIMO, Kompas Sulawesi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian Dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Irwan S.K.M, MKes mengatakan, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), optimis berada dalam peringkat pertama terkait penilaian kinerja aksi percepatan penurunan Stunting tingkat Provinsi Sulawesi Tengah.

Menurutnya, hal itu dibuktikan dengan kinerja Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Parimo dan pantauan Aplikasi Aksi Bangda Kemendagri.

“Hari ini Parimo dinilai kinerja aksi percepatan penurunan stunting 2022. Alhamdulilah tim telah bekerja sangat luar biasa, sehingga kami optimis akan meraih juara satu pada penilaian ini,” ujar Kepala Bappelitbangda Parimo, Muhamad Irwan kepada sejumlah wartawan di Parigi, Senin (13/06/2022).

Irwan menjelaskan, optimis Parimo meraih juara, dikarenakan sampai saat ini Parimo telah menyelesaikan penginputan rencana aksi satu hinga aksi lima di aplikasi Aksi Bangda Kemendagri. Adapun dari kelima aksi tersebut hanya aksi dua yang belum mencapai 100 persen.

Olehnya, jika Parimo dibandingkan dengan kabupaten lain yang hanya mencapai 30 persen, bahkan ada yang nol persen pada aksi satu saja, maka Parimo mempunyai peluang besar meraih peringkat pertama.

“Aplikasi Aksi Bangda ini, wajib dikerjakan dan diinput oleh seluruh kabupaten yang mengikuti penilaian percepatan penurunan stunting di seluruh Indonesia, karena itu menjadi indikator penilaian,” ujar Irwan yang juga selaku Wakil Ketua Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Parimo.

Irwan menyebut, meski Parimo telah menyelesaikan aksi satu hinga aksi lima, panelis atau tim penilai akan membuktikan langsung keabsahan data tersebut. Sebab apa yang telah diinput, harus ditampilkan.

Irwan mengaku jika yang telah diinput dalam sistem online tersebut, adalah rencana aksi yang telah tim laksanakan. Sehingga jika dibuktikan langsung, aksi tersebut memang ada.

“Logikanya, jika telah diinput berarti aksinya sudah ada. Makanya kami sangat optimis untuk menjadi pemenang pada penilaian ini,” ucap Irwan.

Irwan mengungkapkan, pencapaian tersebut berkat sinergi dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, termasuk dukungan dari Bupati dan Wakil Bupati serta Ketua Tim Penggerak PKK.

“Semua tim telah bekerja dengan sangat baik. Semoga hasilnya, tahun ini kita juara satu dan kita berharap dengan juara satu kita dapat memperoleh Dana Insentif Daerah (DID) kurang lebih 10-15 miliar,” pungkasnya.

Laporan : Ahmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *