Bangun Asrama sementara, Wali Santri Gotong Royong

oleh -2403 Dilihat
oleh
wali santri antusias bangunan asrama sementara secara gotong royong di Ponpes Abnaul Chairaat Parigi Ahad (26/06/2022). (Foto: Tomy_Noho)

PARIMO, Kompas Sulawesi – Pondok Pesantren (Ponpes) Abnaul Chairaat Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Sulawesi Tengah, dalam tahapan pembangunan, wali santri antusias bangunan asrama sementara secara gotong royong.

Bertambahnya santri, terpaksa wali santri lama melakukan gotong royong untuk membantu percepatan pembangunan asrama yang berdiri di kelurahan masigi itu.

“sebenarnya gotong royong membangun ponpes ini tidak hanya memenuhi kewajiban sebagai wali santri, namun menciptakan rasa persatuan dan kesatuan, menghargai satu sama lain dan mempererat tali persaudaraan,” ujar Tawakal salah satu dari wali santri yang ditemui media di lokasi ponpes, Ahad (26/06/2022).

Selain bekerja, sebagian wali santri juga ikut menyumbang berupa sejumlah uang, makanan, bahkan ada yang menyumbangkan bahan bangunan.

“Alhamdulilah Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan jalan dan memudahkan pembangunan Pondok Pesantren ini, semoga para donator yang terlibat dalam pengembangan ponpes, diberikan kesehatan rezki yang melimpah,”ucapnya.

Tawakal juga menjelaskan, kewajiban kita tidak hanya membangun atau membantu dengan tenaga, tetapi kesuksesan ponpes ini tergantung masyarakat, pemerintah daerah,, terlebih bagi yang memiliki kelebihan hartanya, karena pondok pesantren abnaul chairaat itu milik umat, bukan milik pribadi.

“Ponpes ini bukan milik Ustad Musran Tahir, tapi milik kita semua yang terlibat dalam hal pembangunan, tujuannya adalah bagaimana kita mampu menggali santri yang bermutu dalam bidang keagamaan,”terangnya.

Sementara itu ditempat terpisah Pimpinan Ponpes Abnaul Chairaat Ustadz Musran Taher menjelaskan, Ponpes ini terlaksana karena masyarakat yang ikut dalam majelis Dzikir di eks kecamatan parigi. Sehingga ada kesepakatan membangun ponpes melalui dana sumbangan setiap jum’at.

“dzikir yang dilakukan setiap minggu sekali, ide awal membangun Ponpes semata-semata demi syiar Islam di wilayah Parimo dan tidak ada maksud persaingan dalam pembangunan ponpes tersebut. Dananya berasal dari sumbangan warga yang ikut melaksanakan Dzikir bersama di rumah-rumah dan di pesisir pantai Kelurahan bantaya dan Kampal,” Ungkap Musran.

Olehnya ia meminta agar masyarakat tidak lagi memperdebatkan bahwa Ponpes ini milik Ustadz Musran, mari kita bangun dengan mencetak santriwan dan santriwati yang beradab, berahlak, Hafiz dan Hafizah.

Laporan : Tommy Noho

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *