Cegah Inflasi Nasional, Gubernur Cudy Paparkan Kesiapan KPN di Sulteng

oleh -2219 Dilihat
oleh
Cegah Inflasi Nasional, Gubernur Cudy Paparkan Kesiapan KPN di Sulteng
Demi menyangga pencegahan inflasi nasional di masa depan melalui pertanian, Gubernur Cudy menyampaikan Sulteng menyiapkan lahan total 178 ribu hektare dengan rincian 90 ribu hektare dimana saat ini lahan tersebut telah siap standing crope dan poligon, Jumat (15/07/2022). (Foto: dok Humas Pemprov Sulteng)

JAKARTA, Kompas Sulawesi Demi menyangga pencegahan inflasi nasional di masa depan melalui pertanian, Gubernur H. Rusdy Mastura memaparkan kesiapan Kawasan Pangan Nasional (KPN) di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Hal itu disampaikannya di depan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, yang didampingi seluruh Dirjen Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Adapun yang disampaikan Gubernur Cudy diantaranya, Sulteng menyiapkan lahan total 178 ribu hektare dengan rincian 90 ribu hektare dimana saat ini lahan tersebut telah siap standing crope dan poligon.

“Sedangkan sisanya 80 ribuan hektare adalah areal potensi bukaan baru, termasuk Desa Talaga Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala,” ujar Gubernur Cudy, di Jakarta, Jumat (15/07/2022).

Gubernur Cudy juga menyebut, saat ini Sulteng setiap hari menyuplai 15 ton sayur dan 30-50 ton pertahun beras ke Kalimantan. Olehnya ke depan, Sulteng bertekad menjadi penyuplai komoditi pertanian.

Ia menjelaskan, bahwa hal itu tidak terlepas dari kebijakan Pemerintah Provinsi Sulteng, dalam menjaga kawasan pangan salah satunya, menetapkan dan menjadikan Kabupaten Poso sebagai lokasi pertanian untuk menyuplai komoditi pertanian. Sedangkan untuk wilayah pertambangan berada di Morowali, Morowali Utara dan sekitarnya.

“Kami telah menyiapkan Karawana (eks likuifaksi) Kabupaten Sigi, sebagai lokasi peresmian Food Estate dan KPN oleh Wakil Presiden yang direncanakan 24 September 2022 mendatang,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo juga mengingatkan kepada Pemerintah Provinsi Sulteng, hal – hal penting dalam mengelola kebijakan. Sebab, segala keputusan kebijakan harus terkonsep, detail, terstruktur dan jelas endingnya.

“Jalan terus pak gub, saya sebagai Mentan ada di belakang Anda. Tidak ada bantuan dari Kementan, yang ada semua harus di konsepsi kan,” kata Mentan Yasin.

Diketahui bersama, bahwa tugas Pertanian itu langsung menyentuh ke rakyat, termasuk industri dan semua sektor.

Ia berharap, sebelum 17 Agustus 2022, program KPN harus jalan. Hal itu bertujuan bahwa subtitusi impor Sulteng telah siap dalam menyangga pencegahan inflasi ke depan nantinya.

“Saya yakin, Sulteng bisa menjadi daerah penyangga masa depan Indonesia kawasan Intim. Saya di belakang anda,” pungkasnya.

Sumber : Humas Pemprov Sulteng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *