Basarnas: Korban Banjir Diperkirakan Tertimbun Runtuhan Rumah

oleh -5402 Dilihat
oleh
Apel Bersama, Basarnas atas permintaan penambahan masa waktu pencarian hingga 10 hari.(Foto: dok. Posko Relawan Pecinta Alam Parimo)

PARIMO, Kompas Sulawesi – Kepala Seksi Operasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu, Andi Sultan mengatakan, Pemerintah Daerah (Pemda) setempat telah menyampaikan permintaan untuk penambahan masa waktu pencarian hingga 10 hari terhadap keempat korban hilang akibat banjir di Desa Torue, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo).

Diperkirakan korban tertimbun lumpur atau puing-puing tembok bangunan rumah yang roboh ke laut. Hal ini yang menjadi kekhawatiran, para korban masih berada di sekitar kawasan tersebut.

“Perpanjangan masa waktu pencarian itu disebabkan Standar Operasional Prosedur (SOP) Basarnas Palu, telah memasuki hari ketujuh pada Rabu, 03 Agustus 2022,” ungkap Andi Sultan via telepon, Selasa (02/07/2022).

Menindaklanjuti hal itu, dia telah menyampaikan dan telah mendapat persetujuan dari pimpinannya Kepala Kantor Basarnas Palu, Andrias Hendrik Johannes.

Hanya saja kata ia, penambahan masa waktu pencarian keempat korban banjir di Desa Torue tersebut harus diperkuat dengan adanya Surat Keputusan (SK) dari Kepala Kantor Basarnas Palu.

“Secara lisan, permintaan penambahan masa waktu pencarian hingga 10 hari sudah disetujui pimpinan kami. Tapi harus disertai dengan persetujuan secara tertulis lagi. Dan kami masih menunggu, kemungkinan besok sudah ada,” ujar Andi Sultan.

Ia menjelaskan, terkait pencarian di hari keenam, tim SAR gabungan telah melakukan penyisiran melalui laut hingga memasuki kawasan perairan Kecamatan Parigi.

Sedangkan penyisiran laut di bagian selatan, tim SAR gabungan telah melakukan pencarian hingga memasuki perairan Kecamatan Sausu.

Begitu pula di sekitar muara dan puing-puing rumah korban, telah dilakukan pencarian. Namun, belum membuahkan hasil.

Menurutnya, pencarian di hari ketujuh besok tetap dilakukan disekitar kawasan yang sudah disisir sebelumnya. Sebab, berdasarkan pengamatan terhadap situasi arus air laut, diperkirakan korban masih berada di sekitar kawasan tersebut.

Secara logika, kata ia, tim SAR gabungan telah melakukan pembongkaran terhadap puing-puing tembok rumah yang roboh, dan akan tercium bau menyengat jika di sekitar lokasi tersebut terdapat jenazah para korban.

Tidak hanya itu, pencarian yang dilakukan dengan penyisiran sepanjang pesisir pantai juga telah dilakukan tim SAR gabungan. Tapi belum membuahkan hasil.

“Yang kami khawatirkan itu, para korban tertimbun lumpur dibawa air. Jika tertimbun lumpur, jenazah korban sulit diketahui,” katanya.

Ia juga menyebut, khusus personel, tetap dengan jumlah seperti sebelumnya yang juga melibatkan nelayan setempat.

“Korban yang kami ada empat orang, tetapi dari keempat korban belum ada kami temukan tanda-tanda keberadaannya. Semoga di pencarian besok akan membuahkan hasil,” tandasnya.

Laporan : Aid Lumpati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *