Cudi: Menteri PUPR, Pastikan Tangani Penanganan Banjir Torue

oleh -198 Dilihat
oleh
Foto: IST.

JAKARTA, Kompas Sulawesi – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) H. Rusdy Mastura, Alias Cudi bertandang ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia, guna memastikan penanganan darurat bencana banjir bandang melanda Desa Torue, Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong, pada Kamis (28/07/2022) silam.

Pasalnya, penanganan darurat tersebut segera ditangani dengan cepat sesuai arahan bapak Presiden Jokowi yang menugaskan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono untuk meninjau lokasi terdampak bencana banjir Torue, pada Selasa (02/08/2022) lalu.

Kunjungan mendadak Gubernur Rusdy bersama Plt. Kadis Cikasda Dr. Andi Ruly Djanggola dan pejabat terkait, merupakan kunjungan balasan yang dilakukan secara mendadak oleh Menteri PUPR pada saat banjir di Torue.

Namun disaat kunjungan tersebut, bertepatan dilaksanakannya rapat di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia (Kemenko Perekonomian).

“Pak Menteri saat ini rapat di Menko Perekonomian, baru saja berangkat lima menit yang lalu,” ujar Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan, Endra S. Atmawidjaja, ST, M.Sc, DEA kepada Gubernur Rusdy, di Jakarta, Jumat (12/08/2022).

Mendengar jawaban itu, Gubernur Rusdy langsung membuka diskusi ringan bersama Endra, terkait maksud kunjungannya.

Gubernur Rusdy mengatakan, kedatangannya tersebut guna mengingatkan Kementerian PUPR, terkait komitmen bersama dalam penanganan darurat bencana di Torue yang hanya berlangsung selama satu bulan.

“Saya datang silaturahim kesini, untuk memastikan bahwa penanganan darurat di Torue harus disegerakan,” ungkap Gubernur Rusdy.

Selain itu, kata ia, penanganan infrastruktur pendukung Ibu Kota Negara (IKN) juga penting dikerjakan, diantaranya jalan sabuk tengah Kasimbar-Tambu dan distribusi logistik ke IKN.

“Sebab, Sulawesi Tengah untuk Desa Talaga, Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala, sudah ditetapkan sebagai kawasan pangan nusantara. Kami mohon dukungan penyediaan air bakunya,” kata Gubernur Rusdy.

Dari pernyataan yang digelontorkan Gubernur Rusdy, mengundang respon positif dari Staf Ahli Menteri PUPR, Endra. Olehnya, Endra langsung mengundang Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan Irigasi, Direktorat Sumber Daya Air, Adenan Rasyid, ST, MT guna memastikan penanganan darurat yang sedang berlangsung.

“Saat ini tim terus bekerja menyelesaikan tanggul penahan darurat dan normalisasi sungai Torue, dengan melibatkan pihak BUMN. Kami juga mendesain bangunan pengaman pantai permanen dengan peletakan secara acak tetrapod sebagai pemecah ombak,” ungkap Adenan Rasyid.

Adenan juga juga meminta bantuan Gubenur Rusdy, untuk memberikan sosialisasi dilapangan guna memastikan area clear dari bangunan masyarakat.

“Agar peralatan berat dan area kerja tim, bisa maksimal dalam bekerja,” tambahnya.

Sementara, pernyataan Gubernur Rusdy terkait dukungan penyediaan air baku untuk kawasan pangan nusantara, Staf Ahli Menteri, Endra meminta langsung kepada Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi III melalui Direktur Bina Operasi Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR, untuk action dilapangan dengan membuat sumur bor.

“Saya minta Kepala BWS III Sulteng, langsung kerjakan sumur bor di Desa Talaga, dengan membuat skema jaringan irigasi springkel untuk kebutuhan penanaman jagung,” instruksi Staf Ahli Menteri, Endra, ke Direktur Bina OP yang tersambung via telepon kepada Kepala BWS III, Taufik, ST, MT.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Sulteng menyampaikan permohonan maaf, atas kunjungan mendadak yang bertujuan untuk memastikan perintah Presiden Jokowi segera ditindaklanjuti.

“Saya berharap silaturahim ini terus dilakukan, karena Sulawesi Tengah perlu perhatian khusus dalam penyediaan infrastruktur untuk percepatan pembangunan ekonomi melalui dukungan Kementerian PUPR,” harap Gubernur Rusdy.

Sumber : Humas Pemprov Sulteng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *