Tony Ajukan Gugatan PAW Isna, KPU Parimo Bantah Inprosodural

oleh -8306 Dilihat
oleh
Pelantikan PAW DPRD Parimo menuai protes dari kuasa hukum Said, Tony Yusuf Paninco. (Foto: Red_KOMPAS SULAWESI)

PARIMO, Kompas Sulawesi – Pergantian Antar Waktu (PAW) Al’marhum Wawan Setiawan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari Partai Bulan Bintang (PBB), Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, menuai protes dari kuasa hukum Said, Pihaknya meminta agar menunda proses pelantikan Isna Tabagang nomor urut 5.

Muhammad Taher alias Tony selaku kuasa hukum menjelaskan, nomor urut 2 dan 3 pada saat Pecalonan Anggota Legislatif (Caleg) 2019,  telah mengajukan pengunduran diri dari Partai PBB, sementara pada posisi ke 4 adalah Said.

“Kami masih mengajukan keberatan ke mahkamah partai PBB yang ada di pusat, dan hingga kini belum ada putusan terkait pemberentian Said sebagai anggota partai, justru pelantikan PAW sudah terlaksana dan melantik Isna Tabagang nomor urut 5,” kata Tony selaku kuasa hukum said, saat dikonfirmasi media ini via telepon, Senin, (15/08/2022).

Selanjutnya kata Tony, saat ini pihaknya telah mengajukan kembali gugatan ke Sekretariat DPRD Kabupaten Parimo terkait penundaan pelantikan atas nama Isna Tabagang, karena dianggap inprosodural.

“Saya meminta Sekwan DPRD Parimo untuk menyurat ke Gubernur tembusan Menteri Dalam negeri agar proses pelantikan PAW ditunda dulu sambil menunggu hasil putusan gugatkan kami ke mahkamah partai,” ujarnya.

Kemudian ia menambahkan, pihaknya juga sangat menyangkan langkah yang diambil oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Parimo, yang malakukan pleno tanpa memperhatikan frasa pasal yang mengatur tentang mekanisme PAW anggota DPRD.

“Saya menganggap bahwa KPU Kabupaten tidak melaksnakan peritah dari aturannya sendiri, sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan KPU nomor 6 Tahun 2019, pasal 23 ayat 4. Bahwa ketika anggota kader partai diberhentikan, maka KPU harus menunggu dulu hasil putusan gugatan tersebut, namun, yang terjadi belum selesai limit waktu dua pekan saat melakukan klarifikasi terhadap Said justru KPU sudah memplenokan hasil dan menetapkan nomor lima jadi PAW,” ungkapnya.

Lanjut, sebelum masa berakhir tanggapan, pihaknya telah memasukan tembusan gugatan yang dilayangkan ke mahkamah partai.

Sementara pada tanggal 15 bulan lalu, KPU Kabupaten Parimo mengklarifikasi Said, dan memasukan tembusan surat gugatan ke KPU  pada tanggal 27 bulan yang sama.

Selain itu kata dia, Isna Tabagang diketahui telah pindah Partai ke Nasdem pada awal 2022,  dan memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) yang resmi.

Sementara, Komisioner KPU Kabupaten Parimo, Dirwan Korompot terkesan membantah pernyataan kuasa hukum Said, tekait tindakan KPU yang dianggap inprosedural.

“Mekanisme dilakukan oleh KPU saya kira sudah sesuai prosedur,” Ungkap Dirwan saat dikonfirmasih sejumlah wartawan usai pelantikan pada Selasa (16/08/2022).

Ia menjelaskan, secara presedur KPU telah menjalakan amanat perintah Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 6 tahun 2019.

Menurutnya, prosedur surat yang di ajukan oleh DPRD yang melampirkan tiga Surat Keputusan (SK), pemberhentian dari suara terbanyak, pertama, kedua ketiga dan keempat.

“kalau SK pemberhentian pada peringkat kedua didalam SK tersebut, ada tertuang secara tertulis di berhentikan oleh partai politik, begitu juga dengan suara urutan terbanyak ketiga, sedangkan urutan suara terbanyak ke empat itu bukan memundurkan diri tapi ada SK pemberhentian dari DPP PBB,” tutur Dirwan.

Terkait soal pidah partai, pihaknya mengaku tidak punya kewenangan untuk menjawab hal tersebut.

Laporan : Tommy Noho

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *