DKP Parimo Masih Validasi Data Bantuan Pasca Bencana

oleh -4679 Dilihat
oleh
DKP Parimo Masih Validasi Data Bantuan Pasca Bencana
Mohamad Nasir SPi MSi, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Parigi Moutong (Foto: IST)

PARIMO, Kompas Sulawesi Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, akan memeriksa dan menghitung data petani tambak yang mengalami kerugian akibat banjir bandang di Desa Torue, Kecamatan Torue, beberapa waktu lalu.

Olehnya saat ini, DKP Parimo sudah berkoordinasi dengan DKP Provinsi Sulawesi Tengah dan Karantina Ikan (KI) soal kerugian yang dialami petani tambak. Menurut hasil rekapan data DKP Parimo, petani tambak yang mengalami kerugian di Desa Torue berjumlah 29 Kepala Keluarga (KK) dengan total kerugian kurang lebih miliyaran rupiah.

“Kerugian tambak itu masih menunggu hasil data hitung sektor usaha, baik dari perikanan tangkap maupun budidaya,” ujar Kadis DKP Parimo, Moh. Nasir, Selasa (23/08/2022).

Tidak hanya Kecamatan Torue, Kecamatan Balinggi juga mengalami dampak kerusakan akibat banjir bandang pada Kamis 28 Juli 2022 lalu. Dimana, data kerusakan yang dihimpun DKP Parimo dilokasi, terdapat beberapa desa yang mengalami kerugian diantaranya Desa Balinggi, Catur Karya, dan Balinggi Jati. Diketahui, total yang terdampak dari tiga desa tersebut sebanyak 1.621 jiwa dengan jumlah 642 KK.

Nasir juga mengatakan, DKP Provinsi bersama jajarannya juga sudah meninjau langsung ke lokasi tambak yang mengalami kerugian akibat banjir bandang di torue.

Sementara, ditanyakan terkait bantuan khusus petani dan pengusaha tambak, DKP Parimo kata ia, telah menyalurkan bantuan secara umum yang sudah terprogram. Sedangkan, untuk bantuan dari Pemerintah Pusat sebut ia, masih melihat masing-masing sektor terlebih dahulu.

“Kami belum berani bergerak, karena masing-masing sektor belum bisa mengambil keputusan, ini masih secara umum dalam memberikan bantuan. Tujuannya agar tidak terjadi tumpang tindih ketika memberikan bantuan kepada korban pasca bencana,” tuturnya.

Laporan : Romansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *